Berlangganan Artikel !

News Letter

Untuk Berhenti Berlangganan klik disini »

Arsip Artikel

December 2019 (7)

November 2019 (33)

October 2019 (30)

September 2019 (30)

August 2019 (21)

July 2019 (31)

June 2019 (31)

May 2019 (36)

April 2019 (19)

March 2019 (22)

February 2019 (26)

January 2019 (27)

December 2018 (44)

November 2018 (14)

October 2018 (12)

September 2018 (18)

August 2018 (9)

July 2018 (6)

June 2018 (16)

May 2018 (19)

April 2018 (21)

March 2018 (19)

February 2018 (22)

January 2018 (24)

December 2017 (33)

November 2017 (31)

October 2017 (24)

September 2017 (31)

August 2017 (15)

May 2017 (1)

April 2017 (2)

August 2016 (3)

July 2016 (2)

June 2016 (5)

May 2016 (9)

April 2016 (1)

March 2016 (6)

October 2015 (3)

August 2015 (1)

July 2015 (9)

June 2015 (1)

May 2015 (11)

Banner Situs

Statistik Pengunjung


hari ini : 641
Total : 574722

Hits hari ini : 23602
Total Hits : 14709498

Online: 84

KORAMIL 22 DRINGU KEMBALI BEDAH RUMAH WARGA MISKIN

Jumat 2019-11-29 / 16:12:25 WIB oleh Administrator Berita Koramil Dibaca 8 kali

Cuaca hari ini sangat panas, Matahari bersinar terang disertai dengan angin bertiup kencang, tapi hal ini tidak membuat Ibu Arifah janda paruh baya yang tidak punya anak ini untuk segera berangkat beraktifitas, Dia hanya duduk didepan rumahnya dengan sesekali memandang rumahnya yang baru selesai di Renovasi oleh bapak bapak Tentara dia bilang begitu,senyum bahagia jelas terlihat dari wajah tuanya, pekerjaan hari harinya biasanya ia habiskan hanya sekedar mencari sisa sisa orang panen bawang ataupun padi, hasilnya dia jual untuk menyambung hidup terkadang diburuh orang untuk bekerja disawah. Tapi hari ini dia ingin benar benar beristirahat.

 

Awal cerita adalah pada waktu itu ada program RTLH  ( Rehap Rumah Tidak Layak Huni ) Tahap XV Tahun 2019 dari Pemprov Jatim yang bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya, dengan adanya kegiatan tersenut, Danramil 0820/22 Dringu langsung memerintahkan anggotanya untuk mencari rumah sasaran calon penerima bantuan,dengan tidak berpikir panjang para Babinsa langsung mencari sasaran didesanya masing masing tidak ketinggalan juga Sersan Dua Supriadi Babinsa Desa Tamansari Kec Dringu. Babinsa yang asli kelahiran Probolinggo ini tidak merasa kesulitan karena dia memang sangat fasih dalam berbahsa madura yang dijadikan bahasa sehari hari oleh warga desa Tamansari. Salah satu yang dia dapatkan adalah Rumah ibu Arifah warga Dusun Sumberkepoh Rt 02 Rw 07 desa Tamansari Kecamatan Dringu. Dia tinggal dalam rumah yang sama sekali tidak ada sekat pemisah antara ruang tamu, dapur, kamar tidur ataupun kamar mandi. Yang lebih memprihatinkan lagi dia tinggal bersama kambing piaraanya dalam satu rumah.

 

Ketika ditawari oleh Babinsa untuk diberi bantuan untuk Rehap Rumah, wanita tua ini langsung memeluk babinsa dengan berlinang air mata pertanda rasa haru dan bahagia dengan betkata " Alhamdullah,,Le,, emak di bantu ( Terima kasih nak,, emmak dibantu)

Sebenarnya melihat rumah yang sangat memprihatinkan itu rasanya dengan alokasi dana yang ada tidak cukup untuk merenovasi rumah janda tua yang tidak tau tahun berapa dia lahir itu, tapi dari raut wajahnya kami dapat memperkirakan umur ibu ini sekitar 60 tahun.

 

Hari pembonkaran rumahpun tiba, kami terkejut seluruh genteng diturunkan dan seluruh dinding rumah yang terbuat dari anyaman banbu ( gedek bahasa Jawa ) dibongkar karena ibu ini kinta rumahnya digeser sedikit karena kalau musim penghujan air limbah rumahtangga dari rumah tetangganya masuk kedalam rumahnya, karena memang posisi rumahnya lebih tinggi dari posisi rumah ibu Arifah. Masih heruntung rumah ibu ini ukurannya tidak terlalu besar, sesuailah dengan ukuran rumah yang kami cari 4 X 6 meter sesuai.petunjuk dari Komando atas. Sebanarnya kami hanya merehap bagian depan  dan mengganti dinding bambu denga. Calsibolt yang kami dapat dengan membuatkan kamar dengan ukuran sederhana.

 

Kami tidak punya waktu banyak untuk mengerjakan rumah ini kami hanya punya waktu 6 hari suatu hal yang mustahil, tapi kami dilapangan harus tetap bekerja dengan dibantu saudara dan para tetangga. Untuk sementara waktu ibu Arifah tidak bisa menempati rumahnya dia harus menumpang dirumah saudaranya untuk bermalam karena rumahnya sedang kami bongkar. Setiap hari kami bekerja dengan canda tawa dengan masyarakat yang membantu termasuk ibu Arifa pemilim rumah, tidak ada lagi jarak antara kami dengan orang yang biasa memanggil kami dengan sebutan  "Bapak" saat itu kita bisa bercanda lepas tanpa ada pembatas termasuk ibu Arifa yang setiap memanggil kita dengan sebuta " Le" ( Tole ) bahasa jawa.atau "Anak" dalam bahasa  Indonesia.Kami bercengkrama sambil bekerja kadang berlogat jawa terkadang madura yang kami bisa sedikit sedikit bercampur tanpa mengunakan tata bahasa lagi.

 

Tak terasa dengan obrolan kami tiap hari yang tanpa penghalang antara kami dengan warga pekerjaanpun dapat kami selesaikan dengan baik, tak terasa kami sudah masuk.hari ke empat dalam mengerjakan rumah perempuan tua ini.

 

Kami mulai melihat kegembiraan pada raut wajah ibu tua ini, karena bentuk rumahnya sudah mulai terihat meskipun meskipun tidak sebagus rumah KPR. Tapi jelas terlihat kebahagian dari wajahnya dengan sekali kali mengucap  "Alhamdulillah" terkadang dengan memeluk kami dari belakang seperti anaknya sendiri. Wajah gembiran semakin terlihat ketika melihat  rumahny benar benar hampir selesai. Pekerjaan hanya tinggal finising pengecatan dan mebetulkan sudut sudut  yang belum beres dan kurang bagus. Plester dari semen sudah selesai, ruang tamu kecilpun kami buatkan,  Beruntung ibu ini punya keponakan yang sehari hari bekerja sebagai tukang batu, jadi bisa membantu kami mengerjakan rumah bibiknya,kamar sederhanapun jadi,  tidak terlalu besar yang penting dipan kayu milik ibu bisa masuk didalamnya.

 

Memang rumah yang kami buat tidak semewah rumah KPR,tapi ini sudah cukup membuat bahagia mereka yang mendapat bantuan. Malan ini ibu Arifah bisa tidur nyenyak dalam rumah sederhana yang sudah ada pemisah antara ruang tamu dan kamar meskipun hanya diatas dipan bambu dan berselimut sarung kumal.

Kami mengakhiri pekerjaan kami dengan berfoto bersama biar ibu ini punya kenang kenangan dengan kami dan bapak Babinsa.

(Cakra393)


Lihat Juga


0 Komentar di: KORAMIL 22 DRINGU KEMBALI BEDAH RUMAH WARGA MISKIN

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)