Berlangganan Artikel !

News Letter

Untuk Berhenti Berlangganan klik disini »

Arsip Artikel

May 2020 (17)

April 2020 (30)

March 2020 (23)

February 2020 (26)

January 2020 (20)

December 2019 (30)

November 2019 (33)

October 2019 (30)

September 2019 (30)

August 2019 (21)

July 2019 (31)

June 2019 (31)

May 2019 (36)

April 2019 (19)

March 2019 (22)

February 2019 (26)

January 2019 (27)

December 2018 (44)

November 2018 (14)

October 2018 (12)

September 2018 (18)

August 2018 (9)

July 2018 (6)

June 2018 (16)

May 2018 (19)

April 2018 (21)

March 2018 (19)

February 2018 (22)

January 2018 (24)

December 2017 (33)

November 2017 (31)

October 2017 (24)

September 2017 (31)

August 2017 (15)

May 2017 (1)

April 2017 (2)

August 2016 (3)

July 2016 (2)

June 2016 (5)

May 2016 (9)

April 2016 (1)

March 2016 (6)

October 2015 (3)

August 2015 (1)

July 2015 (9)

June 2015 (1)

May 2015 (11)

Banner Situs

Statistik Pengunjung


hari ini : 934
Total : 824399

Hits hari ini : 47713
Total Hits : 24007656

Online: 56

Babinsa Peduli Terhadap Situasi Wilayahnya

Kamis 2020-01-02 / 15:29:30 WIB oleh Hendra Maulana Berita Koramil Dibaca 161 kali

Seiring dengan belum datangnya  musim hujan hingga pergantian tahun 2020 ini, membuat semua tumbuh tumbuhan  kering hampir tidak berdaun tetapi tidak demikian untuk  tanaman kayu sono yang tumbuh dan sengaja ditanam oleh salah satu pengembang di Dusun Parsean,  Desa Randuputih Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu sebagai tanaman pelindung dari terik panas matahari. Diperumahan tersbut terletak di pinggir pantai, sehingga kalau musim kemarau maka hawa di area perumahan tersebut terasa sangat panas sekali.

Rabu 1-1-20

 

Mungkin karena lebatnya daun sono yang ada di area perumahan tersebut sehingga, pucuk pucuk daun Sono yang tumbuh segar dan hijau itu diserang hama ulat, sehingga menghabiskan Daun yang tumbuh bersemi. Hal ini sedikit meresahkan sekitar 60 kepala keluarga warga yang tinggal diperumahan tersebut dan merasa geli dengan banyaknya ulat yang menyerang pepohonan di perumahan itu. Melihat adanya kejadian itu Sertu Slamet Kusriyanto, Babinsa Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo langsung bertindak mengadakan pengecekan dilapangan.

 

Hasilyan ternyata benar, semua pohon pohon yang ada diperumahan itu diserang ulat sejenis ulat Kilang/ulat Jengkal. “Masih beruntung bukan ulat Bulu yang bisa menyebabkan gatal” kilah salah satu warga (sebut saja H. Musa) penghuni perumahan itu.

 

Menurut keterangan H. Musa dan juga keterangan dari Satpam perumahan tersebut memang hama ulat ini sering datang setiap tahun menjelang musin hujan atau diawal awal musim hujan pada saat daun daun mulai bersemi. Sebenarnya hal ini tidak terlalu berdampak kepada warga, hanya saja warga merasa geli melihat banyaknya ulat yang menyerang daun daun sono.

 

Dengan adanya kejadian tersebut, Babinsa ikut hadir untuk memeberikan himbauan kepada warganya agar tidak terlalu resah dengan adanya hal tersebut. Karena ini fenomena alam yang akan hilang dengan sendirinya. Tapi masyarakat harus tetap berhati hati dan waspada serta  akan mengkordinasikan dengan pihak terkai“ tegasnya.

 

Hari ini akan diadakan pengcekan kelokasi bersama unsur terkait dari Dinas kehutanan dan Tanaman Pangan Kabupaten Problinggo, Bpk Muklisin dan dari UPTD Pertanian Kecamatan Dringu serta tidak ketinggalan Kepala Desa Randuputih beserta semua stafnya turut hadir,

 

Saat awak media berkesempatan berbincang dengan Sertu Slamet Kusriyanto sebagai Babinsa Randu Putih dan  Bpk Mukisin Kasi Perlindungan Tanaman Pangan dan Kehutanan mengatakan “ Ini merupakan fenomena alam dan perkembang biakan telur ulat,  ini berkoloni dan jumlahnya mencapai ribuan dan yang membuat lebih parah lagi adalah kurangnya musuh alami dari ulat ini seperti burung, dan semut angkrang yang biasa memakan ulat ulat ini, serta belum juga turunya musin hujan “ ucapnya. Kenapa tidak dilakukan dengan penyemprotan Pestisida beliau mengatakan ini pemukiman warga takutnya ada bahaya sekunder disini banyak hewan peliaraan warga, kalau disemprot pakai pestisida dikawatirkan hewan peliharaan warga juga terkena, oleh karena itu untuk mengurangi berkembangnya ulat tersebut akan diadakan pengasapan pada hari kamis tanggal 02 Januari 2020.

 

Pihak pengembang saat dihubungi via telephon oleh Kepala Desa Randuputih juga membenarkan hal  tersebut, hal ini terjadi setiap tahun setiap menjelang musim hujan. Tandasnya.

 

(Cakra393)


Lihat Juga


0 Komentar di: Babinsa Peduli Terhadap Situasi Wilayahnya

Isi Komentar :

(Masukkan 6 kode diatas)